Dampak rangkaian data ekonomi global menjadi prioritas yang rendah karena fokus pasar terus tertuju pada krisis perang Israel-Iran yang memasuki hari ke-5.
Investor terus berburu aset safehaven ditengah ketidakpastian yang meluas, termasuk tentang keberlangsungan konflik hingga ancaman inflasi akibat gejolak harga minyak mentah dunia.
Pasar saham global sedikit demi sedikit pulih, meski pasar masih terus dibayangi resiko penurunan yang lebih dalam akibat konflik berkepanjangan.
Key Highlights
– Laporan data ketenagakerjaan ADP pada bulan Februari menunjukkan bahwa perusahaan swasta menyerap lebih banyak tenaga kerja yakni mencapai 63.000, lebih tinggi dari perkiraan pada 50K.
– Data PMI Non-Manufaktur dari ISM, dilaporkan meningkat dari 53,8 pada Januari menjadi 56,1 pada bulan Februari, tertinggi dalam tiga setengah tahun.
– Konflik AS-Iran akan memasuki hari ke-6 pada Kamis (5/3), kondisi pasar sedikit lebih tenang setelah laporan New York Times menunjukkan bahwa agen-agen Iran telah memberi sinyal keterbukaan untuk membahas persyaratan untuk mengakhiri perang.
– Harga minyak mentah dunia terkoreksi setelah naik lebih dari 10% sejak awal pekan setelah Presiden AS Donald Trump mencoba menenangkan pasar, dengan mengatakan bahwa AS “akan mulai mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz sesegera mungkin” jika perlu.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Selasa, Trump menambahkan bahwa Washington akan memberikan asuransi risiko politik untuk kapal-kapal yang berlayar melalui Teluk untuk “memastikan aliran energi yang bebas ke dunia”.
– EIA melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS naik sebesar 3,475 juta barel minggu lalu, lebih besar dari perkiraan pada 2.2 juta barel.
– Sejauh ini, Ketegangan di Timur Tengah menimbulkan dampak nyata bagi bank sentral dunia karena ancaman inflasi tinggi menyusul lonjakan harga minyak mentah. Hal ini, memaksa bank sentral untuk merubah sikap terhadap kebijakannya.
– Jepang, sebagai importir energi utama, sangat rentan terhadap kenaikan harga minyak. Kenaikan tajam biaya energi dapat mendorong inflasi lebih tinggi dan membebani aktivitas ekonomi. Investor menilai, Bank Sentral Jepang (BoJ) dapat menunda kenaikan suku bunga lebih lanjut.
– Di AS, The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan Maret dan April. Menurut pantauan CME FedWatch Tool peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Juni telah turun menjadi 41.9%.
– Pada Kamis (5/3) perhatian pasar akan terfokus pada data ekonomi AS, diantaranya Laporan pemutusan Hubungan Kerja Challenger untuk bulan Februari dan data Klaim Pengangguran (Mingguan). Pasar juga akan mendengarkan pidato Gubernur Federal Reserve (Fed) Michelle Bowman.
Market Movement
Hingga jelang penutupan perdagangan Rabu (4/3) pada pukul 04:00 WIB, harga emas diperdagangkan menguat – menetap pada kisaran $5,140.27 per ons, naik sebanyak $51.59 atau 1.01%.
Pada saat yang sama, Emas berjangka kontrak April diperdagangkan naik sebanyak $52.06 atau 1.02% berada pada kisaran $5,151.46 per ons di Divisi Comex.
Dipasar komoditas lainnya, harga minyak mentah WTI AS terkoreksi setelah naik lebih dari 10% mencapai tertinggi $77 per barel karena ketegangan AS-Iran.
* OIL (SPOT) : $74.77 , +$0.53 / +0.71%
* WTI : $75.32 , +$0.49 / +0.65%
* BRENT : $81.7800 , -$0.160 / -0.20%
Indeks Dolar AS melemah dari titik tertinggi dalam lima minggu. Hingga pukul 4:00 WIB, Dolar turun sekitar 27 pips atau 0.27% berada pada level 98.74.
Dipasar rival utama Dolar, sekeranjang matauang berisiko diperdagangkan menguat ditengah pelemahan Dolar AS. Berikut adalah posisi matauang jelang penutupan Rabu (4/3) pada pukul 04:00 WIB.
* AUDUSD : 0.70784 , +43 / +0.62%
* EURUSD : 1.16378 , +27 / +0.24%
* GBPUSD : 1.33722 , +17 / +0.13%
* NZDUSD : 0.59394 , +51 / +0.86%
* USDJPY : 157.082 , -62 / -0.39%
* USDCAD : 1.36393 , -39 / -0.29%
* USDCHF : 0.77926 , -24 / -0.31%
* USDCNH : 6.89300 , -250 / -0.36%
Sentiment
Pada Kamis (5/3) perhatian pasar akan terfokus pada data ekonomi AS, diantaranya Laporan pemutusan Hubungan Kerja Challenger untuk bulan Februari dan data Klaim Pengangguran (Mingguan). Pasar juga akan mendengarkan pidato Gubernur Federal Reserve (Fed) Michelle Bowman.





